Kriminalitas

Pria Bertopeng Curi Kotak Amal Terekam CCTV

Kompas.com - 22/03/2012, 15:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi pencurian kembali terjadi, kali ini pelaku menyasar tiga buah kotak amal yang berada di dalam Kantor Pos Jatinegara, Jakarta Timur pada Rabu, (21/3/2012) malam. Pelaku yang sempat terekam kamera CCTV tersebut pun manjadi buruan Polrestro Jakarta Timur.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Jakarta Timur, Kompol Didik Haryadi mengungkapkan peristiwa tersebut baru diketahui oleh pegawai kantor pada pagi harinya.

"Hal ini baru diketahui pagi tadi, sekitar pukul 07.00 WIB, oleh petugas kebersihan, laci tempat penyimpanan juga sudah terbuka," ujar Didik saat dihubungi Kompas.com, Kamis (22/3/2012).

Menurut keterangan pegawai kantor pos di lokasi, uang yang berhasil dibobol pencuri tersebut bernilai jutaan rupiah untuk pembangunan sebuah mesjid yang berada di sekitar kantor tersebut.

"Ya karena kotak itu isinya penuh, jadi jutaan lah," lanjutnya.

Saat melakukan aksinya, pelaku diketahui menggunakan sebuah topeng, berbaju hitam dan celana jins gelap. Hal tersebut diketahui dari rekaman CCTV yang berada di lokasi. Didik pun menduga, pelaku merupakan orang yang telah mengetahui situasi kantor pos berdasarkan gelagat yang terekam dalam kamera.

"Dia masuk ke dalam itu lewat belakang, pintu depan terkunci nggak dibobol," ujarnya.

Dengan berbekal rekaman tersebut, polisi memiliki modal awal untuk memburu tersangka.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau